Sejarah Kode Negara
Temukan bagaimana kode panggilan internasional berkembang dari direktori telepon Eropa sederhana menjadi sistem telekomunikasi global yang kita gunakan saat ini.
Awal Mula (1960-1964)
Cerita dimulai pada tahun 1960 ketika CCITT (sekarang ITU-T) menerbitkan kode panggilan internasional pertama di 'Buku Merah'. Awalnya terbatas pada Eropa dan wilayah sekitarnya, sistem awal ini meletakkan dasar untuk konektivitas telekomunikasi global.
Revolusi Buku Biru (1964)
Terobosan datang pada tahun 1964 dengan 'Buku Biru', yang memperkenalkan sistem penomoran dunia 9 zona yang revolusioner. Ini membagi seluruh dunia menjadi zona-zona logis, membuat panggilan internasional sistematis dan dapat diskalakan.
Sistem Global Sembilan Zona
Sistem 1964 mengorganisir dunia menjadi sembilan zona, masing-masing dirancang untuk mengelompokkan negara secara logis sambil mengoptimalkan lalu lintas telekomunikasi dan keterbatasan teknis pada era itu:
Zone 1
Amerika Utara (AS, Kanada, Karibia)
Zones 3-4
Eropa (dibagi karena banyaknya negara)
Zone 7
Rusia dan bekas Uni Soviet
Zone 8
Asia Timur dan layanan khusus
Zone 9
Asia Selatan, Tengah, Barat & Timur Tengah
Zone 2 & 6
Afrika, Oseania & Asia Tenggara
Era Modern (1988-Sekarang)
Pada tahun 1988, ITU menerbitkan standar E.164, menciptakan kerangka kerja modern yang masih digunakan sampai sekarang. Sistem ini mendukung hingga 15 digit nomor internasional dan terus berkembang dengan negara-negara baru, perubahan politik, dan kemajuan teknologi.
Kode negara saat ini mencerminkan baik optimasi teknis maupun sejarah geopolitik, menghubungkan miliaran orang di seluruh dunia melalui sistem yang dimulai sebagai direktori telepon Eropa sederhana.